Tampilkan postingan dengan label Film Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Film Indonesia. Tampilkan semua postingan

Sabtu

VCD: 12:00 AM

12:00 am adalah film horor Indonesia yang dirilis pada tahun 2005 oleh Starvision Plus.


Film yang disutradarai oleh Koya Pagayo ini dibintangi antara lain oleh Robertino, Olga Lydia, Rionaldo Stokhorst, Inong Ayu, dan Fenita Arie.

Sinopsis:
Seorang mahasiswi dan pacarnya yang fotografer dihantui oleh hantu perempuan cantik. Tak lama, teman-teman mereka juga dihantui. Dan tak lama, satu per satu mereka mati dibunuh oleh hantu itu yang berubah menyeramkan dan merangkak keluar dari karung.

Minggu

VCD: Spaghetti

Spaghetti adalah FTV yang dibintangi oleh Ayushita dan Fedi Nuril.


FTV ini kemudian dirilis dalam format VCD pada tahun 2005 oleh Prime Movie Entertainment.

Sinopsis:
Rara, seorang cewek tomboy baru-baru ini jadian dengan cowok terganteng di sekolahnya bernama Torra. Banyak cewek yang ingin jadi pacaranya, namun Torra tetap memilih Rara yang jago main basket menjadi pacarnya.

Hari berlalu dan muncul seorang gadis bernama Harum yang juga sangat menyukai Torra. Torra pun mulai bosan dengan kelakuan Rara yang tidak ada femininnya sama sekali. Pada hari Valentine, Rara membuat kejutan dengan memasak spaghetti kesukaannya supaya tidak kehilangan Torra.

DVD: Olga & Billy Lost In Singapore

Olga & Billy Lost in Singapore adalah film drama/komedi Indonesia yang dirilis pada 28 Agustus 2014.

Film ini diperankan oleh Alm. Olga Syahputra, Tara Budiman, Billy Syahputra, Chand Kelvin, Raffi Ahmad, dan Syahnaz Sadiqah.

Sinopsis
Olga yang tidak mendapatkan pekerjaan di Jakarta, Olga mengajak adiknya Billy untuk berlibur ke Singapura, Billy jelas senang, karena dia belum pernah berkunjung ke Singapura. Sampai di Singapura, Billy langsung sujud syukur sambil menangis terharu, hingga orang-orang bingung melihatnya. Noraknya Billy terus berlanjut, apalagi saat dia dibawa ke Apartemen Olga.

Suatu hari, Billy, Olga dan Tara berniat keliling Singapore, karena Billy sok tahu, akhirnya dia malah kehilangan Tara dan Olga. Billy pusing dan jadi luntang lantung tidak tentu Arah. Sementara Olga panik karena Adik semata wayangnya menghilang.

Billy, kemudian bertemu dengan Anggrek, seorang mahasiswi Indonesia yang kuliah di Singapura ketika Billy kehabisan uang dan dilanda kelaparan. Awalnya Anggrek tidak suka dengan Billy, tetapi dia akhirnya tidak tega dan mau menolong Billy. Justin, cowok Malaysia yang suka dengan Anggek cemburu melihat kedekatan Billy dan Anggrek.


Justin berusaha menjauhkan Billy dan Anggrek. Billy sendiri sebenarnya tidak peduli dengan Anggrek, karena tujuan dia hanya ingin bertemu dengan Olga. Tapi akhirnya Billy mulai suka dengan Anggrek.

VCD: Pasir Berbisik

Pasir Berbisik adalah sebuah film Indonesia tahun 2001 yang disutradarai oleh Nan Achnas. Film ini diperankan oleh Dian Sastrowardoyo, Christine Hakim, Slamet Rahardjo, dan alm. Didi Petet.

Daya (Dian Sastrowardoyo) adalah seorang gadis muda yang hidup disebuah perkampungan miskin dekat wilayah pantai bersama ibunya Berlian (Christine Hakim) yang bekerja sebagai penjual jamu. Ayah Daya, Agus (Slamet Rahardjo Djarot) adalah seorang dalang wayang kecil yang menghilang saat Daya masih kecil.

Ketidakberadaan Agus membuat Berlian membesarkan Daya sendirian di tengah kampung yang jauh dari peradaban modern, menjadikan Berlian sebagai ibu yang sangat protektif, apalagi Daya kini sudah menjadi seorang gadis.

Daya yang terkungkung dari sosial dan kerap membayangkan kehadiran sang ayah. Dalam keanehannya, Daya sering menelungkupkan diri ke sebuah tanah pasir, ia selalu mengira pasir berbisik kepadanya. Daya juga mengharapkan, saat ayahnya pulang, Daya bisa ikut dengannya untuk pergi, jauh dari ibunya.

Di kampung itu, terjadi sebuah teror tak lazim, dimana banyak orang meninggal dan rumah terbakar, hal itu membuat banyak orang berpindah. Suatu hari, sekelompok orang entah dari mana menyerang kampung tersebut. Daya dan Berlian segera membawa perbekalan dan pakaian secukupnya untuk kabur dari kampung. Mereka berjalan tak tentu arah, Berlian teringat perkataan adiknya yang kini menjadi penari ronggeng keliling, bahwa tempat yang paling aman dekat kampung adalah Pasir Putih.